Monday, May 22, 2006

persepsi pelayanan

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengunjungi salah satu bank.
Ada sesuatu yang menarik sehingga saya menuliskan hal ini di forum ini. Dari kejadian yang saya alami, saya merasa bahwa sangat sulit untuk merubah persepsi pelayanan yang diberikan oleh seorang customer service dari pengalaman sebelumnya.

Begini,
Salah satu customer service di bank tersebut sering saya temui sebelumnya, tapi CS ini selalu galak menghadapai client. Bahkan saya merasa sulit untuk mendapatkan pelayanan.
Kayaknya selalu kita dicurigai dan merasa ada yang salah menabung di tempat mereka.

Tapi yang terjadi hari itu lain, setelah saya ambil nomor antrian, kebetulan hanya dia sendiri yang melayani, jadi saya hampir. Berharap bahwa mendapatkan pelayanan yang sama. Saya sudah sangat cuek sama dia. Dan yang terjadi malah saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik.

Dia memperhatikan dan menjelaskan berbagai hal yang seharusnya saya ketahui. Dan menawarkan bantuan-bantuan lainnya. Pokonya saya mendapatkan pelayanan yang extra lebih baik.

Hanya saja, saya tidak sempat tanya, kenapa dan ada apa koq berubah begini.
Tapi dari mimik mukanya, juga sudah berubah, dia lebih sabar dan telaten melayani nasabah.

Sayangnya saya sudah terlanjur kecewa atas pelayanan-pelayanan sebelumnya, sehingga saya tidak bisa begitu cepat merubah sikap saya kepadanya. Untung saja saya belum berpindah tabungan dari bank tersebut. Mungkin kalo sudah ada pilihan yang lebih baik saya akan pindah juga.

Mungkin anda pernah mengalami hal yang sama.
Dan ternyata sulit untuk merubah persepsi yang sudah jelek menjadi persepsi baik, akan membutuhkan waktu.

Semoga bermanfaat.

Regards,
Andi Anugrah
Phone : +62-811-944-345

Wednesday, February 08, 2006

Membangun Call Center

Pak Setiawan,

Welcome di mailing list Call center. Semoga bisa berpartisipasi lebih
banyak.

Mungkin saya bisa menjawab secara sederhana pertanyaan bapak sebagai
berikut:
Jika ingin bangun call center, yang pertama harus ada adalah jenis
pelayanan yang akan diberikan berikut prosedur dan kebijakan yang
mengikutinya. Jika ini sudah jelas, pasti bapak bisa menentukan siapa
yang menjadi target pengguna call center, seterusnya dapat
menjustifikasi kebutuhan mereka serta intensitas interaksi yang
dilakukan. Kesemuanya diterjemahkan dalam angka.

Jika sudah ada angkanya, bapak kemudian bisa menghitung berapa jumlah
orang yang akan digunakan (berdasarkan metode erlang), jenis teknologi
yang bapak butuhkan, kecepatan pelayanan yang diharapkan bahkan kalau
bisa jumlah penghasilan yang diharapkan dari pelayanan yang diberikan.

Jangan lupa berdasarkan angka-angka terebut diatas, bapak bisa juga
menentukan luas ruangan yang dibutuhkan, jenis perangkat yang dibutuhkan
serta fasilitas yang terkait. Jika interaksi membutuhkan jaringan
telepon, bapak kemudian bisa menentukan jumlah line telepon yang
dibutuhkan, sedangkan jika perlu bantuan melalui emai, maka bapak perlu
interkoneksi dengan jaringan internet.

Selebihnya menentukan nomor call center anda, kemudian anda juga perlu
melakukan sosialisai internal dan ke calon pelanggan anda. Kalau tidak,
call center anda tidak ada yang menghubungi, sayang khan !

Semoga bermanfaat.

Salam,
Andi Anugrah
http://idcallcenter.blogspot.com

-----Original Message-----
From: idcallcenter@yahoogroups.com [mailto:idcallcenter@yahoogroups.com]
On Behalf Of Setiawan
Sent: Wednesday, February 08, 2006 10:54 AM
To: idcallcenter@yahoogroups.com
Subject: [idcallcenter] buat call center

Hello All.
New comer nih.
Saya pengen tau 'lebih dalam' tentang call center, mungkin
rekans di milist ini bisa bantu. please.. :-)
Jika kita ingin buat call center kira2 aspek apa aja ya
yang perlu di siapin selain dari sisi teknisnya.. misalnya
menentukan jumlah agent yang diperlukan. trus paramenter2
lainnya juga..
apakah kita juga harus menggunakan aplikasi CRM untuk hal
itu semua?

terima kasih ya atas respons semua rekans di milist ini

salam
setiawan