Wednesday, January 04, 2006

tantangan call center

Kathleen Peterson mengungkapkan dalam salah satu tulisannya bahwa ada 7 hot topic yang selalu menjadi pembicaraan hangat dalam call center yaitu: turnover, jenjang karir, pengukuran performance call center, CRM, moral, teknologi serta media komunikasi, management atau bentuk organisasi.

Selain perkembangan teknologi voip yang saat ini secara cepat berkembang yang memberikan solusi bagi call center, utamanya bagi call center yang membutuhkan biaya lebih murah bagi bentuk sentralisasi yang di lakukan. Juga ketersediaan tenaga kerja untuk mengisi kebutuhan tambahan tenaga agent atau kekurangan tenaga agent akibat pindah ke perusahaan lain.

Bagaimana dengan anda, apakah mempunyai tantangan lebih dari itu?

rangkuman tulisan-tulisan mengenai call center dapat diperoleh di: http://idcallcenter.blogspot.com

e-government : BOI Philippines

Suatu gebrakan dibidang e-government call center yaitu dilakukan oleh
Dewan investasi philipina, beritanya sebagai berikut:

Dewan Investasi Philippines (BOI - Board of Investment) telah
mengumumkan pembukaan operasional call center dengan menggunakan nomor
toll-free dan beroperasi selama 24 jam. Hal ini untuk memberikan
pelayanan terhadap kebutuhan informasi akan investasi di Philippines
bagi pelaku bisnis. Sekretaris perdagangan Peter B. Favila mengungkapkan
pengembangan teknologi telah memungkinkan bagi ketersediaan informasi
investasi selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. "Saat ini,
investor dari seluruh dunia tak perlu lagi datang ke Manila hanya untuk
mendapatkan data yang mereka butuhkan" ungkap Favila. System yang
digunakan merupakan yang pertama di Asia Tenggara dan saat ini pelayanan
diberikan hanya bagi permintaan dari Amerika, Kanada dan Inggris.

Menurut beberapa informasi bahwa keterbukaan bisnis call center di
philipina membuka peluang bagi perusahaan di Australia dan Amerika serta
beberapa negara lainnya untuk melakukan investasi di sana.

Kapan yah di Indonesia?